Lihatlah orang-orang itu, tak pernah benar-benar mengangkat muka
Mereka dikerangkeng, mulutnya disumpal, kakinya harus menggali tanah dan keringatnya dijual.
Kalian menganggapnya sebagai ujian tuhan atau bagian dari warna-warni kehidupan.
Tapi sesekali pecut itu menggores pipimu yang licin..
Sesekali saja, karena kalian sibuk tertawa.