engkau manusia neurosis, manusia sepi makna, sepi arti, sepi tendensi, oralmu membangkitkan imagi makna yang tak terhingga, kreasimu membentang jagat nalar, nalurimu ibu yang tak sejengkal pun meniggalkan tanggung jawab momonganya… mbak yani aku pengen jadi muridmu
nama asli ku rahmat amrullah… itu nama dari ortuku, kalau aku menyebut diri aku sendiri sebagai nalar anarki, cos aku gak pengen jadi orang normatif gak kreatif, nama ini sebagai cambuk penyemangat aja. Salut dan gairahku bangkit ketika menyimak celotehan tulisan mbak…..
aku juga sering berperasaan seperti kamu yan, ingin itu jadi sebuah kenyataan, kapan kita ketemu?
hmm …
ah indah niak makna itu…..
Bung Tanto, hai hai… aduh seru juga kalo kita ketemu ya,,,,
ada hubungannya dengan status YM-mu beberapa hari(malam) kebelakang? ;P
nice poem
Nice poem, it’s like a rendezvous for me ???
since then you always i admire, and it’s true !!!
Knalan dong……
engkau manusia neurosis, manusia sepi makna, sepi arti, sepi tendensi, oralmu membangkitkan imagi makna yang tak terhingga, kreasimu membentang jagat nalar, nalurimu ibu yang tak sejengkal pun meniggalkan tanggung jawab momonganya… mbak yani aku pengen jadi muridmu
sebagi guru dan teman baikku…kunjungi dong blog aku kasih kritik, komentar, terus kasih saran yo.
nalar anarki, siapa namamu?
senang berkenalan denganmu.
soal menulis, kita belajar bareng-bareng.
nama asli ku rahmat amrullah… itu nama dari ortuku, kalau aku menyebut diri aku sendiri sebagai nalar anarki, cos aku gak pengen jadi orang normatif gak kreatif, nama ini sebagai cambuk penyemangat aja. Salut dan gairahku bangkit ketika menyimak celotehan tulisan mbak…..
haiii…
aih…aih..aih..
Ajarin dung caranya bikin puisi…
Leh kenalan ga?? hihihi
Melihatmu…aku merasa di tertawakan kebodohan dari eingintahuan yang tidak pernah berhenti bertanya
Bung Arsadi.. salam kenal