<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mulyani Hasan</title>
	<atom:link href="http://mulyanihasan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mulyanihasan.wordpress.com</link>
	<description>Welcome to my home</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2009 08:09:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mulyanihasan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c57283b0323340e4dee7fffd58622bdd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mulyani Hasan</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Hari ini 21 Mei 2009</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 08:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Di sini kubenamkan rasa rindu. Sedemikian kuat hingga aku tersungkur pada kesedihan malam dan pagi. Jawab pertanyaanku, kamerad. Pernahkan kau merasa aku menghianatimu? pernahkah kau merasa sendirian hingga tulang rusukmu belingsatan?
Di antara deras hujan, air mataku tumpah merayap mengalir menyusuri parit-parit, entah ke laut mana dia bermuara.Aku hanya tahu satu hal: aku tak pernah benar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=79&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di sini kubenamkan rasa rindu. Sedemikian kuat hingga aku tersungkur pada kesedihan malam dan pagi. Jawab pertanyaanku, kamerad. Pernahkan kau merasa aku menghianatimu? pernahkah kau merasa sendirian hingga tulang rusukmu belingsatan?</p>
<p>Di antara deras hujan, air mataku tumpah merayap mengalir menyusuri parit-parit, entah ke laut mana dia bermuara.Aku hanya tahu satu hal: aku tak pernah benar benar meninggalkanmu. Sebab air mata ini akan mengalir ke laut. Mungkin laut di samping apartemenmu. Atau laut di depan kampung nelayan yang kau beri harapan hidup di masa depan. Air mata yang cengeng itu akan menguap menjadi awan dan mungkin jatuh di kepalamu saat kau menyusuri trotoar. Dia akan melekat di bajumu sampai kau membersihkannya di sebuah mesin cuci. Tapi dia masih berbutir..kali ini menyerap ke tanah merembes di pori pori akar gandum, yang akan segera kau santap pada sebuah pagi yang sibuk.</p>
<p>Jawab pertanyaanku, sayang. Pernahkah aku meminta kau di sampingku saat aku terbaring sakit menahan tembusan selang infus di urat lengan kiriku? atau pada saat hidupku terancam senapan?<br />
Aku cuma tahu satu hal: di antara kepicikan penguasa, ada rasa hangat yang kuhantarkan untukmu. Mengapa kau takutkan sesuatu yang menyembul dari perasaan cinta? Sedemikian seram kah sesuatu itu ketimbang para penghisap tenaga manusia.</p>
<p>Hari ini, sebelas tahun lalu.. ratusan orang terluka, perempuan diperkosa, rakyat berbaris menuntut balas. Kobaran api menyala di mana-mana. Hari ini para penghianat itu, muncul di televisi, di koran koran, di perkampungan miskin, di mana-mana..meminta kesetiaan dari manusia-manusia yang sudah tak memiliki hidup. Sebab, hidup itu sudah berulangkali mereka rampas..berulangkali..</p>
<p>Hari ini..aku termangu menatap rindu, merasakan gemerutuk di tulang rusuk&#8230;</p>
<p>21 Mei 2009<br />
Untuk TS&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=79&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tentang sesuatu di antara kau dan aku</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 16:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Aku membayangkan engkau seperti hujan yang tak bermusim. Kadang engkau datang pada saat panas, tapi engkau juga sering membiarkan aku keronta dilanda musim kemarau.
Terlalu sudah, rasa sepi ini menghantarku pada sebuah keinginan bersamamu. Aku ingin segera pulang seperti saat pertama kau menawariku sebuah rumah untuk aku pulang. 
Aku tahu, tak usah kau ulangi lagi ucapanmu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=78&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku membayangkan engkau seperti hujan yang tak bermusim. Kadang engkau datang pada saat panas, tapi engkau juga sering membiarkan aku keronta dilanda musim kemarau.</p>
<p>Terlalu sudah, rasa sepi ini menghantarku pada sebuah keinginan bersamamu. Aku ingin segera pulang seperti saat pertama kau menawariku sebuah rumah untuk aku pulang. </p>
<p>Aku tahu, tak usah kau ulangi lagi ucapanmu. Bersamamu adalah bayangan, bersamamu adalah mimpi, sebab kau milik bumi kelak akan kembali ke bumi. </p>
<p>Kelak aku akan mengarang cerita tentang pertemuan kita yang yang tak pernah ada. Aku akan menyusun kalimat dari kekosongan.<br />
Semuanya akan berubah kecuali huruf huruf dalam dinding jiwaku yang pernah merangkai namamu.</p>
<p>Kita akan bertemu pada sesuatu yang kita cita citakan, meski pada saat itu aku telah menjadi tanah..</p>
<p>untuk TS<br />
19 april 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=78&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Tahun Habis Setengah</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/01/12/menunggu-tahun-habis-setengah/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/01/12/menunggu-tahun-habis-setengah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 18:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[64]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari di ujung tahun. Kamu telanjangi kesunyianku yang menyayat penuh lebam. Di tanahmu yang bersalju kau janjikan matahari. Sementara atap rumahku diguyur hujan tropis. Dingin, mencekam. Kita sama-sama buta, tapi kita tahu kita sama-sama ada.
Denting jam merangkak payah. Tak sabar aku menunggu tahun habis setengah. Agar aku bisa menggenggam salju di hatimu dalam desiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=68&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dua hari di ujung tahun. Kamu telanjangi kesunyianku yang menyayat penuh lebam. Di tanahmu yang bersalju kau janjikan matahari. Sementara atap rumahku diguyur hujan tropis. Dingin, mencekam. Kita sama-sama buta, tapi kita tahu kita sama-sama ada.</p>
<p>Denting jam merangkak payah. Tak sabar aku menunggu tahun habis setengah. Agar aku bisa menggenggam salju di hatimu dalam desiran angin kemarau yang menyeok di atap rumah. Kelak jika ada nyawa dan alam menghendaki, kita akan berjumpa pada suatu pagi yang hangat sambil melihat senyum anak-anak yang tulus, kota yang ramah, desa yang kenyang bebas dari racun dan senapan.</p>
<p>Agar hidup kita menjadi kehidupan</p>
<p>Jangan dulu berpaling, hingga tahun habis setengah..</p>
<p>Ultimus, 12 Januari 2009.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=68&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/01/12/menunggu-tahun-habis-setengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/12/03/66/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/12/03/66/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 20:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Aku menulisnya dalam sunyi yang gerimis
Saat kudapati sadar yang menoreh dirimba kemarahan. Sungguh, sayang&#8230; kau membuatku takut. Kata-katamu adalah dirimu sebenarnya. Kujejali rasa dengan simbah airmata dan kesedihan tiada tara. Inilah hidup yang sebenarnya, saat aku harus bertarung dengan perasaan hina dan dengkimu.
Kemarahanmu membuatku pedih dan lirih. Bukan untuk aku, tapi aku sedang mengkawatirkanmu, sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=66&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku menulisnya dalam sunyi yang gerimis</p>
<p>Saat kudapati sadar yang menoreh dirimba kemarahan. Sungguh, sayang&#8230; kau membuatku takut. Kata-katamu adalah dirimu sebenarnya. Kujejali rasa dengan simbah airmata dan kesedihan tiada tara. Inilah hidup yang sebenarnya, saat aku harus bertarung dengan perasaan hina dan dengkimu.</p>
<p>Kemarahanmu membuatku pedih dan lirih. Bukan untuk aku, tapi aku sedang mengkawatirkanmu, sedang ingin memelukmu dalam genggam pengertian dan kesabaran. Inilah aku, manusia. Bukan seorang perempuan yang menghamba untuk dimiliki. Lihatlah aku sebagai manusia, sebagai kekasih yang kehinaannya tidak terletak pada apa yang melekat pada tubuhnya.</p>
<p>Sayang.. Meski sesak, dada ini ingin melebihi luas samudera. Tak peduli seberapa tajam panah yang kau hujamkan, aku masih berdiri dan selamanya mengasihimu. Sebab dendam hanya luka.</p>
<p>Pergilah dengan ketenangan..</p>
<p>Sebab mata bisa salah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=66&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/12/03/66/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angin Baru..</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/27/angin-baru/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/27/angin-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 09:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[hembuskan napas baru..
rendami daun daun yang merintih rindu..siami batang-batang pohon yang haus..
Matahari, sinarilah kami yang lapar cahaya
cakrawala, lindungilah kami yang tak punya atap
Hujan-hujan.. basahilah benih benih yang terpendam lupur kering
Agar hidup kembali menghijau,,seperti hamparan padi yang sedang remaja.
Burung-burung dan serangga akan membawa simponi dari para penyair
Damailah di bumiku,,di jiwaku..
sebab hidup adalah napas&#8230;
sebab hidup adalah jiwa&#8230;
-yani-
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=64&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>hembuskan napas baru..<br />
rendami daun daun yang merintih rindu..siami batang-batang pohon yang haus..</p>
<p>Matahari, sinarilah kami yang lapar cahaya<br />
cakrawala, lindungilah kami yang tak punya atap<br />
Hujan-hujan.. basahilah benih benih yang terpendam lupur kering<br />
Agar hidup kembali menghijau,,seperti hamparan padi yang sedang remaja.</p>
<p>Burung-burung dan serangga akan membawa simponi dari para penyair<br />
Damailah di bumiku,,di jiwaku..</p>
<p>sebab hidup adalah napas&#8230;<br />
sebab hidup adalah jiwa&#8230;<br />
-yani-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=64&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/27/angin-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>debu</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/17/debu/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/17/debu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 15:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Bagai debu, terseok di udara
arang dan tungku tersenyum lepas, puas, mereka bercinta, berdendang dengan tiupan angin yang menghempas debu
debu..debu.. terseok di udara..terhempas angin tak ada tempat bicara apalagi tempat berteduh
debu..debu..berkawan dengan angin, berlari dari hujan
17 Oktober 2008
arif,.. selamat jadi tungku sebab kau mempunyai arang
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=62&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagai debu, terseok di udara</p>
<p>arang dan tungku tersenyum lepas, puas, mereka bercinta, berdendang dengan tiupan angin yang menghempas debu</p>
<p>debu..debu.. terseok di udara..terhempas angin tak ada tempat bicara apalagi tempat berteduh</p>
<p>debu..debu..berkawan dengan angin, berlari dari hujan</p>
<p>17 Oktober 2008</p>
<p>arif,.. selamat jadi tungku sebab kau mempunyai arang</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=62&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/17/debu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berita Detik.com Tak Berimbang</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/08/24/berita-detikcom-tak-berimbang/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/08/24/berita-detikcom-tak-berimbang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 09:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Mulyani Hasan
Membaca berita Detik.com, sekilas tampak tidak menyimpan persoalan. Berikut ini beritanya:
Ketua Papernas Nyebrang ke PBR
Laurencius Simanjuntak &#8211; detikNews

Jakarta &#8211; Fenomena &#8216;ganti baju&#8217;, tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah menjelang Pemilu 2009. Hal ini pun dilakukan Ketua Majelis Partai Pertimbangan Partai Persatuan Nasional (Papernas), Dita Indah Sari bersama sejumlah rekan separtainya yang merapat ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=60&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" align="justify">Oleh Mulyani Hasan</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Membaca berita Detik.com, sekilas tampak tidak menyimpan persoalan. Berikut ini beritanya:</p>
<p><strong><em>Ketua Papernas Nyebrang ke PBR<br />
Laurencius Simanjuntak &#8211; detikNews<br />
</em></strong><br />
<em>Jakarta &#8211; Fenomena &#8216;ganti baju&#8217;, tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah menjelang Pemilu 2009. Hal ini pun dilakukan Ketua Majelis Partai Pertimbangan Partai Persatuan Nasional (Papernas), Dita Indah Sari bersama sejumlah rekan separtainya yang merapat ke PBR.</em><span id="more-60"></span></p>
<div>
<blockquote><p><em><em>&#8220;Saya sudah menjadi anggota PBR, dan saya sudah mengajukan diri jadi caleg. Sementara teman-teman saya, bukan Papernas secara institusi, tetapi personal, sekitar 40 orang,&#8221; ujar mantan aktivis mahasiswa tahun 90-an ini yang dijumpai wartawan seusai menghadiri Launching Nomor Urut PBR di kantor DPP PBR, Jl KH Abdullah Syafii, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/8/2008).</em></p>
<p>Hal tersebut dilakukan Dita karena lewat partainya, yang bukan partai peserta Pemilu, aspirasi politiknya tidak bisa disampaikan. &#8220;Saya sudah coba buat partai, Papernas itu. Tapi kita banyak hambatan, yang sifatnya fisik, bahkan kekerasan di berbagai tempat, ujar wanita yang bekas partainya juga tidak diverifikasi KPU ini.</p>
<p>Dita mengatakan, meski telah berpindah rumah, tidak ada partai yang benar-benar bersih. Dia pindah karena ingin aspirasi politiknya tersalurkan.</p>
<p>&#8220;Cari yang terbaik dari yang terburuk,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Massa Papernas pernah terlibat bentrok fisik dengan FPI dan Front Betawi Rempug pada 29 Maret 2007. Papernas dinilai berhaluan kiri dan membawa nilai-nilai komunis oleh FPI.(lrn/gah)<br />
</em></p></blockquote>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Saya tak akan mempersoalkan penggunaan singkatan-singkatan dalam berita itu, meski dalam jurnalisme seharusnya menggunakan kata sejelas-jelasnya. Ada yang lebih penting dari itu. Baca kalimat di bawah ini, penggalan terakhir dari berita itu.</p>
<p>Massa Papernas pernah terlibat bentrok fisik dengan FPI dan Front Betawi Rempug pada 29 Maret 2007. Papernas dinilai berhaluan kiri dan membawa nilai-nilai komunis oleh FPI</p>
<p>Peristiwa 29 Maret 2007 itu bukan bentrokan, tapi penyerangan Front Pembela Islam terhadap massa Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) yang ketika itu akan rapat akbar menolak pengesahan Undang-Undang Penanaman Modal Asing.</p>
<p>Bedakan antara “bentrok” dengan “penyerangan”.  Bentrok terjadi ketika semua pihak saling menyerang. Dalam peristiwa itu FPI yang menyerang Papernas.</p>
<p>Detik.com juga tidak maksimal dalam menyajikan informasi. Tidak salah memang, tapi media hendaknya juga berfungsi mencerdaskan. Kata “kiri” dan “komunis” tidak diberi penjelasan dalam berita itu. Detik.com hanya menginformasikan kedua kata itu berdasarkan penilaian FPI. Itu berarti tidak berimbang. Berikut penggalan beritanya:<em><br />
</em></p>
<div>
<blockquote><p><em>Papernas dinilai berhaluan kiri dan membawa nilai-nilai komunis oleh FPI<br />
</em></p></blockquote>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Lantas, apa itu “kiri” dan “komunis”?  Detik.com tidak menjelaskannya, atau barangkali sedang termakan oleh propaganda “anti komunis” tanpa memahami apa dan bagaimana itu komunis.</p>
<p>Merujuk pada artikel Samsir Mohamad (<a href="http://rumahkiri.net/" target="_blank">www.rumahkiri.net</a>), di Amerika, yang disebut kiri atau left berarti <em>“The individuals and group who advocate the adoption of sometimes extreme messure in order to achieve the equality, freedom, and well-being of the citizens of a state”</em>. (Perorangan atau kelompok yang membenarkan dipakainya sewaktu-waktu tindakan ekstrim untuk mencapai persamaan, kemerdekaan, dan kesejahteraan warga negara dari suatu negara). Berarti juga <em>“the opinion of those advocating such messures as opposed to conservative opinion”. Jadi ringkasnya “kiri” itu kebalikan dari “konservatif”</em>. Dia menghendaki perubahan.</p>
<p>Sedangkan komunisme, sebuah paham yang membatasi kepemilikan modal atas individu. Dalam konteks itu, berulangkali media massa menjadi alat kekuasaan untuk menghantam gerakan itu, ikut-ikutan mendzalimi.</p>
<p>Media massa bersifat hegemonik, dia seperti kekuasaan yang memaksa pembacanya patuh. Dia seperti kebenaran yang tak terelakan. Seperti kata Antonio Gramsci, pada saat itu, yang dikuasai tidak hanya harus merasa mempunyai dan menginternalisasi nilai-nilai serta norma penguasa, lebih dari itu mereka juga harus memberi persetujuan atas subordinasi mereka. Begitulah yang dimaksud dengan “hegemoni” atau menguasai dengan “kepemimpinan moral dan intelektual” secara konsensional menurut Gramsci.</p>
<p>Tentu saja Detik.com tidak sendirian, cermati berita-berita soal unjukrasa mahasiswa menolak kenaikan bahan bakar minyak. “Mahasiswa bentrok dengan polisi” bagaimana itu bisa dikatakan bentrok? Jelas-jelas polisi menangkap dan menyerbu  kampus.</p>
<p>Atau media massa memberitakan; Polisi Mengamankan Mahasiswa.</p>
<p>Orang ditangkap, bukan diamankan.</p>
<p>Dampaknya sangat kentara. Banyak orang mengecam tindakan mahasiswa. Dari kalangan intelektual hingga masyarakat awam ramai-ramai menyalahkan mahasiswa.</p>
<p>Kebenaran dalam media massa terletak pada prosedur. Salah satu prosedur jurnalisme adalah verifikasi. Banyak jurnalis yang tak paham inti dari verifikasi itu. Misal, mengapa mahasiswa berunjukrasa? Atau mengapa paham kiri sangat dibenci dan selalu dihantam bertubi-tubi?</p>
<p>Verifikasi tak cukup hanya dengan mewawancarai pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah persoalan. Verifikasi harus juga menyangkut sebab dan mengapa peristiwa itu bisa terjadi.</p>
<p><em><strong>Mulyani Hasan</strong>, tim kerja Mediabersama.com</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=60&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/08/24/berita-detikcom-tak-berimbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentangmu</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/07/01/tentangmu/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/07/01/tentangmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 17:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Mendekapmu seperti puisi tanpa huruf
Ada makna tapi tak terbaca
-yani-
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=59&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mendekapmu seperti puisi tanpa huruf</p>
<p>Ada makna tapi tak terbaca</p>
<p>-yani-</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=59&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/07/01/tentangmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para Pembela Venezuela</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/05/14/para-pembela-venezuela/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/05/14/para-pembela-venezuela/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 14:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Mulyani Hasan
Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi.Di pojok kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sore itu ada pertunjukan. Sebuah film dokumenter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=49&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Mulyani Hasan</p>
<p>Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi.<span id="more-49"></span>Di pojok kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sore itu ada pertunjukan. Sebuah film dokumenter berjudul <em>No Volveran</em> diputar. Film itu merekam kehidupan rakyat Venezuela. Di sana ada revolusi tanpa moncong senjata. Sang revolusioner, Hugo Chavez, terpilih sebagai presiden secara konstitusional.</p>
<p>Rakyat begitu gegap gempita menyambut revolusi. Suka cita di mana-mana. Sangat memukau. Mereka bekerja keras, mengendalikan industri, membangun rumah-rumah, bersama-sama membuat konstitusi. Mereka melunasi utang luar negeri, menyalurkan kekayaan negeri, dan memutuskan hubungan dengan International Monetary Fund atau IMF.</p>
<p>Lebih dari itu, revolusi Republik Bolivarian Venezuela adalah inspirasi bagi kekuatan rakyat di mana pun di muka bumi. Venezuela adalah inspirasi. Revolusi Bolivarian sebuah kemenangan sekaligus pembuktian sosialisme adalah keniscayaan. Ia kini menjadi simbol masyarakat sosialis abad ke-21. Maka, mereka yang meyakini sosialisme sebagai sistem kehidupan sosial, perlu membela negara mana pun yang sedang berjalan di atas kemenangan revolusi rakyat.</p>
<p>Apa yang terjadi di Jakarta sore itu rupanya bagian dari solidaritas untuk Venezuela. Anak-anak muda itu seperti berjalan bersama rakyat Venezuela. Solidaritas itu bernama Hands off Venezuela, dalam bahasa Indonesia berarti Jangan Sentuh Venezuela. Solidaritas itu sudah merebak di lebih 30 negara. Di Indonesia diluncurkan sore itu, 28 Maret 2008.</p>
<p>Solidaritas itu pertama kali dibentuk pada Desember 2002 di Inggris. Itu adalah bentuk kekhawatiran para aktivis pendukung revolusi Venezuela di Inggris yang menyaksikan kelicikan propaganda kelompok oposisi reaksioner Venezuela yang berusaha menggulingkan Presiden Hugo Chavez yang terpilih secara konstitusional. Mereka melihat kerja-kerja media massa di dunia sudah didomplengi kekuatan imperialisme yang tidak senang negara sosialis macam Venezuela berdiri.  Aktivitas kampanye ini telah diakui Presiden Chavez sendiri. Mereka ingin mendukung dan mempertahankan revolusi di Venezuela dari serangan imperialisme dan agen lokal di Venezuela. Mereka juga ingin memberikan informasi yang benar tentang Venezuela yang selama ini, menurut mereka, telah diselewengkan oleh pemberitaan media.</p>
<p>Satu demi satu solidaritas itu menguap dari banyak negara di dunia. Tak banyak orang yang ikut campur, tapi mereka membangun hubungan dengan aktivis lain di berbagai belahan dunia untuk Venezuela. Bahkan wakil-wakil Hands off Venezuela tampil secara mencolok di pertemuan sedunia untuk solidaritas dengan revolusi kedua pada April 2004.</p>
<p>Pada awal pembentukannya, Hands off Venezuela semacam bentuk media alternatif melawan pemberitaan yang menyesatkan. Alan Woods, editor situs <em>In Defence of Marxist</em> memulainya dengan menyerukan pembelaan terhadap revolusi Venezuela, menentang intervensi Amerika dan memastikan agar serikat buruh dan gerakan buruh di seluruh dunia dapat memperoleh informasi yang benar mengenai situasi yang sebenarnya sedang terjadi di Venezuela.</p>
<p>Seruan itu dipicu ketika kelompok oposisi Venezuela yang terdiri atas para petinggi militer yang berkumpul di Altamira Square di Caracas Timur, lalu menyerukan boikot terhadap Chavez. Para oposisi itu mengeluarkan perintah mogok kerja nasional tanpa batas waktu. Padahal itu adalah kerjaan para bos yang mengatasnamakan rakyat. Manajer-manajer dan direktur-direktur perusahaan minyak negara yang kaya raya  serentak menggerakkan sabotase terhadap industri. Mereka ingin melumpuhkan negara, seolah-olah rakyat menentang Chavez.</p>
<p>Berita dusta soal Venezuela bergelora di dunia.  Media internasional penyambung lidah kebijakan politik Amerika juga punya andil. Berita yang beredar adalah telah terjadi mogok kerja umum di Venezuela menolak rezim otoriter yang sudah tidak populer. Kelompok itu mendompleng demokrasi untuk menghantam Chavez. Jaringan televisi <em>RCTV</em> dan <em>Globovision</em> digunakan untuk menyokong misi mereka dan menghantam kekuasaan Chavez lewat liputan yang  manipulatif dan sepihak.</p>
<p>Jeremy Dear, Sekretaris Jendral British National Union of Journalists, dan sejumlah pemimpin penting serikat buruh di Inggris menyambut baik rencana Alan Woods. Kampanye ini dengan cepat menjalar ke negara-negara di Eropa, Amerika Utara, Asia, dan Afrika. Lebih dari 30 negara bersolidaritas untuk Venezuela.</p>
<p>Alan Woods adalah aktivis organisasi International Marxist Tendency. Organisasi ini mengeluarkan situs <em>In Defence of Marxist </em>dan Woods sebagai editornya. Organisasi ini sudah ada di 34 negara. Mereka mendukung gerakan sosialisme di seluruh dunia.</p>
<p>Dalam wawancara dengan <em>Humania del Sur</em>, Alan Woods mengatakan bagaimana kita bisa berbicara mengenai kemerdekaan media, ketika semua media dimiliki oleh segelintir orang kaya seperti Rupert Murdoch? &#8220;Apa yang disebut kemerdekaan berekspresi di Inggris dan Amerika hanyalah guyonan dengan selera yang sangat rendah,&#8221; katanya.</p>
<p>Itulah sebabnya di Amerika Latin sudah ada Televisi Pan Amerika Latin, <em>Telesur</em>. Ia adalah media alternatif untuk melawan dominasi kekuasaan media imperialis macam <em>CNN</em> dan sejenisnya. <em>Telesur</em> mengudara atas inisiatif Presiden Huge Chavez yang merangkul Venezuela, Kuba, Argentina, Bolivia, Ekuador, Nikaragua, dan Uruguay.</p>
<p><strong>Bagaimana di Indonesia?</strong></p>
<p>&#8220;Meski tidak seperti media-media barat yang jelas-jelas mendistorsi kenyataan di Venezuela, media di Indonesia belum objektif menyikapi fakta politik di Venezuela, ,&#8221; tutur Jesus Syaiful Anam, koordinator Hands off Venezuela-Indonesia. Menurut dia, media barat itu macam <em>CNN</em> dan <em>BBC</em>.</p>
<p>Selama ini pemberitaan soal Venezuela di media-media di Indonesia lebih banyak diambil dari media-media internasional macam <em>Reuter, The Associated Press</em> atau <em>AP</em>. Bisa dipahami, karena cara kerja seperti ini lebih mudah dan murah, ketimbang mengirim wartawan ke lokasi.</p>
<p>&#8220;Media-media di bawah kekuasaan kapitalisme kan seperti industri yang cari untung,&#8221; lanjut Anam. &#8220;Sekalipun ada keberpihakan media terhadap rakyat, tetap saja itu semua sudah diperhitungkan berdasarkan keuntungan bisnis.&#8221;</p>
<p>Farid Gaban yang menyaksikan acara itu berpendapat, dalam lingkungan kapitalisme, media cenderung dipandang sebagai industri semata, sehingga makin jauh meninggalkan hakikat awalnya sebagai lembaga publik. Farid Gaban bekas  wartawan majalah <em>Tempo</em> kini bekerja untuk <em>Pena Indonesia</em>.</p>
<p>Ia juga tak sepenuhnya membenarkan bahwa sistem kapitalisme serta merta menumbuhkan demokrasi dan partasipasi politik publik yang kuat lewat media yang bebas. Media di Amerika Serikat yang dianggap matang, profesional, kritis, dan independen mengapa gagal mencegah pemerintahnya melakukan agresi dan teror ke Irak?</p>
<p>&#8220;Kenapa media tidak bisa menangkal, justru mengamini kebohongan pemerintah George Bush tentang alasan utama menyerbu Irak? Kenapa media gagal meyakinkan publik Amerika untuk tidak memilih lagi George Bush, presiden terburuk sepanjang sejarah negeri itu?&#8221; ucap Farid mempertanyakan sikap media di Amerika yang sering dianggap kritis dan independen.</p>
<p>Di Indonesia juga begitu, malah lebih parah. Di negara-negara maju macam Amerika dan Inggris, perlawanan terhadap dominasi media kapitalis digandeng dengan tumbuhnya media-media alternatif dan berhaluan kiri.</p>
<p>Sejak Orde Baru mengambil kekuasaan, dunia jurnalisme mengalami titik terburuk. Tak ada kebebasan informasi. Semua yang bertentangan dengan kepentingan pemerintah dihabisi. Nilai bahasa juga menjadi kacau di bawah kekuasaan Soeharto. Media diarahkan untuk berpihak pada pemerintah. Sensor diperketat. Informasi publik disajikan sesuai resep pemerintah.</p>
<p>Hal itu berlangsung selama puluhan tahun. Generasi Indonesia tumbuh dalam lingkungan semacam itu. Masih ingat bagaimana Orde Baru mengharamkan segala sesuatu yang berhubungan dengan marxisme? Itu masih berlangsung sampai sekarang. Itulah sebabnya wacana <em>kiri</em> menjadi sangat menakutkan. Juga di lingkungan media dan jurnalistik. Takut dicap kiri, tidak independen.</p>
<p>Seorang wartawan Indonesia, Andreas Harsono, menempuh pendidikan jurnalistik di Amerika. Pernah juga bekerja di beberapa media internasional. Melihat media di Indonesia yang tumbuh di lingkungan kapitalisme, dia menilai mereka sangat buruk. Dia menilai pemahaman wartawan soal kapitalisme, sosialisme, maupun pemikiran politik lain tidak proporsional. &#8220;Dia harus mengerti analisis kelas. Dia juga harus belajar soal konflik etnik, agama, dan sebagainya. Kalau hanya diarahkan guna melayani kepentingan modal, saya kira si wartawan akan kesulitan untuk melihat realita masyarakat yang sesungguhnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Hari ini praktis kita makin sulit melihat media yang berhaluan sosialisme sejak rezim Soeharto menghantam golongan kiri, termasuk media mereka, pada 1965-1966. Hari ini kebanyakan media di Pulau Jawa, terutama pada konglomeratnya, punya pandangan pentingnya modal dalam menjalankan kehidupan masyarakat,&#8221; lanjutnya. Saya menghubungi Andreas melalui <em>email</em>. Dia kini mengelola Yayasan Pantau, lembaga yang berkonsentrasi pada persoalan media dan meningkatkan mutu jurnalisme.</p>
<p>Penyelewengan informasi soal Venezuela begitu cepat dan beragam. Zely Ariane, juru bicara Hands off Venezuela-Indonesia, merasakan dampaknya. Perempuan muda ini keberatan atas perilaku politisi Indonesia yang menggunakan Venezuela sebagai barang dagangan untuk menarik simpati saja. Seolah-olah tentara tulang punggung perubahan. Kita tahu, Hugo Chavez seorang tentara revolusioner. Lebih membahayakan lagi jika para politisi menggunakan alasan bahwa menyejahterakan rakyat tidak harus dengan jalan demokrasi. &#8220;Mengerikan,&#8221; ujar Zely. Apalagi itu disiarkan oleh media-media di Indonesia</p>
<p>Di Indonesia, menurut Zely, tidak ada partai politik yang berpihak pada pembebasan rakyat miskin, sebagaimana diungkapkan Chavez, bahwa pembebasan rakyat miskin satu-satunya cara untuk membangun sebuah bangsa.</p>
<p>Hands off Venezuela bagian kecil dari upaya membangun perubahan itu. Mereka, orang-orang yang membela Venezuela, merasa saudara senasib di bagian bumi mana pun mereka berada. Semangat di Indonesia disambut jutaan rakyat di Amerika Latin. Mereka bersorak menyambutnya (lihat di situs <em>rumahkiri.net</em> dan <em>aporrea.org</em>).</p>
<p>Kemunculan ini diberitakan di TV <em>Telesur</em> di Amerika Latin dan ditayangkan di lebih dari 15 negara. Rakyat Amerika Latin mengetahui di Indonensia ada dukungan bagi mereka. Mereka tidak sendirian rupanya. (E4)</p>
<p>Dimuat di www.Vhrmedia.com dan www.mediabersama.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=49&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/05/14/para-pembela-venezuela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopi atau Teh</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/04/27/kopi-atau-teh/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/04/27/kopi-atau-teh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 17:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kawan menunjukkan kesukaannya pada teh. Dia bilang, teh itu lebih sehat daripada kopi. Kandungan Vitamin C nya tinggi, dan punya zat antioksidan pencegah kangker. Dia begitu fasih membeberka kelebihan teh dari kopi. Sedangkan aku ini penggemar kopi. Dari kopi instan, aroma hingga kopi Aceh.
&#8220;Kopi itu membuat kita cepat lupa,&#8221; katanya.
wualah, aku jadi berpikir ulang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=48&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang kawan menunjukkan kesukaannya pada teh. Dia bilang, teh itu lebih sehat daripada kopi. Kandungan Vitamin C nya tinggi, dan punya zat antioksidan pencegah kangker. Dia begitu fasih membeberka kelebihan teh dari kopi. Sedangkan aku ini penggemar kopi. Dari kopi instan, aroma hingga kopi Aceh.</p>
<p>&#8220;Kopi itu membuat kita cepat lupa,&#8221; katanya.<span id="more-48"></span></p>
<p>wualah, aku jadi berpikir ulang. Seminggu lalu aku ketinggalan dompet di warung. Kemarin aku lupa bayar mie si pak Kumis. Belum lama juga ketinggalan Hand phone di Ultimus, sudah hampir tiba di rumah, terpaksa balik lagi ke Ultimus, lalu uangku habis untuk bayar taksi. Alamak..</p>
<p>Lalu kawanku yang kekasih orang itu, bicara lagi. Dia bilang Marx  penggila kopi, Lenin penggila Vodka, Nah, kalo Ho Chi Minh suka teh.  Sama  seperti Om Tan  (Tan Malaka, maksudnya).  Dan kedua orang itu sama-sama  tak menikah hingga  akhir hidupnya.  Begitulah  kata kawanku itu.</p>
<p>&#8220;Kamu pilih yang mana?&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Aku pilih penggemar teh aja, asal jangan kamu,&#8221; jawabku</p>
<p>Pikirku, kalau aku dapat si penggemar kopi juga, bisa gawat.  Bisa terjadi huru-hara. Misal, karena kami  sama-sama pelupa, jangan-jangan  kami  saling melupakan dalam hitungan jam. Hari ini kencan, besoknya sudah lupa. Aduhhhhh&#8230;</p>
<p>Terimaksih, Rudi..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulyanihasan.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulyanihasan.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&blog=1000683&post=48&subd=mulyanihasan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/04/27/kopi-atau-teh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>