<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mulyani Hasan</title>
	<atom:link href="http://mulyanihasan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mulyanihasan.wordpress.com</link>
	<description>Welcome to my home</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Oct 2010 10:31:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mulyanihasan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mulyani Hasan</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mulyanihasan.wordpress.com/osd.xml" title="Mulyani Hasan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mulyanihasan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengapa Gagasan Trotsky Ditakuti?</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2010/10/10/mengapa-gagasan-trotsky-ditakuti/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2010/10/10/mengapa-gagasan-trotsky-ditakuti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 10:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[by Mulyani Hasan Wawancara dengan Ted Sprague, editor buku Revolusi yang Dikhianati (Revolution Betrayed) versi bahasa Indonesia karya Leon Trotsky. Dia seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang belajar di sebuah universitas di Kanada. Sebelumnya dia juga menyunting buku Revolusi Permanen versi bahasa Indonesia karya Leon Trotsky. Saya menghubungi Ted melalui surat elektronik atau email. Berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=82&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by Mulyani Hasan</p>
<p>Wawancara dengan Ted Sprague, editor buku Revolusi yang Dikhianati (Revolution Betrayed) versi bahasa Indonesia  karya Leon Trotsky. Dia seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang belajar di sebuah universitas di Kanada. Sebelumnya dia juga menyunting buku Revolusi Permanen versi bahasa Indonesia  karya Leon Trotsky. Saya menghubungi Ted melalui surat elektronik atau email. Berikut petikan wawancara saya dengan dia.</p>
<p>Seberapa penting penerbitan buku &#8220;Revolution Betrayed&#8221; versi Bahasa Indonesia bagi pengetahuan umum maupun pergerakan sosial?</p>
<p>Revolusi Rusia pada Oktober 1917 adalah salah satu peristiwa terpenting di dalam sejarah manusia, di mana sebuah revolusi buruh yang pertama meledak dan menghapus kapitalisme di 1/6 permukaan bumi. Bangsa Rusia, yang sebelumnya terbenam di dalam kegelapan peradaban, terdorong maju menjadi negara adidaya karena sistem ekonomi terencana yang dicanangkan oleh Revolusi Oktober.</p>
<p>Selain dalam aspek ekonomi, keberadaan Uni Soviet dan Revolusi Oktober mendikte dan mempengaruhi gerakan buruh di seluruh dunia selama satu generasi penuh hingga keruntuhannya, dan bahkan masih memiliki pengaruh yang kuat di dalam gerakan revolusioner sampai sekarang. Kita lihat saja Revolusi Bolivarian di Venezuela, salah satu revolusi termaju semenjak keruntuhan Uni Soviet, dimana Chavez banyak mengutip karya-karya Marx, Engels, Lenin, dan Trotsky di dalam pidato-pidatonya, dan baru-baru ini menyerukan pembentukan Internasional Kelima mengikuti tradisi Internasional Pertama (Marx dan Engels), Internasional Kedua (Engels), Internasional Ketiga (Lenin dan Trotsky), dan Internasional Keempat (Trotsky). Jadi revolusi sekarang pun masih mempunyai benang merah pada Revolusi Oktober di Rusia.</p>
<p>Dari sudut pandang inilah maka sangat penting bagi pengetahuan umum maupun pergerakan sosial untuk mengetahui bagaimana Revolusi Oktober dikhianati, bagaimana Uni Soviet berubah dari negara buruh yang demokratis menjadi satu monster yang ganas. Para ahli sejarah kebanyakan menyalahkan ketimpangan-ketimpangan pribadi untuk menjelaskan fenomena ini. Menurut mereka karena Lenin pribadinya adalah otoriter, maka pemerintahan yang dia bangun menjadi otoriter juga, dan Stalin adalah kelanjutan dari Lenin. Penjelasan dangkal ini melihat sejarah bukan dari analisa kelas dan sosial tetapi dari sosok-sosok sejarah. Pemimpin-pemimpin Partai Komunis seluruh dunia juga tidak bisa menjelaskan mengapa ini terjadi, dan oleh karena itu tidak mengherankan kalau segera setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991 semua Partai Komunis mengalami krisis internal dan hampir semuanya bubar.</p>
<p>Gerakan-gerakan kiri secara umum juga mengalami krisis internal karena tidak mampu memberikan penjelasan yang tepat; tahun 90an setelah jatuhnya tembok Berlin dan Uni Soviet kita menyaksikan demoralisasi terbesar di dalam gerakan kiri sedunia.</p>
<p>Leon Trotsky, pemimpin Revolusi Oktober dan Tentara Merah adalah tokoh Marxis pertama yang menyediakan analisa kelas dan sosial mengenai kebangkrutan Uni Soviet, bahwa dengan kemiskinan yang menjadi umum maka semua sampah yang lama akan bangkit kembali. Inilah sebab musabab kebangkrutan Uni Soviet, basis dari kebangkitan birokrasi Uni Soviet, “birokrasi merah” seperti yang Lenin peringatkan. Lenin dan Trotsky, dan semua pemimpin utama Bolshevik pada saat itu melihat bahwa Revolusi Oktober akan menjadi percikan revolusi-revolusi proletar di Jerman, Inggris, Prancis, dsb. Rusia terlalu terbelakang dan miskin untuk bisa membangun sosialisme. Tanpa bantuan kaum proletar dari negara-negara maju maka bahaya konter-revolusi dan “birokrasi merah” akan menjadi riil, begitu peringatan Lenin. Sayangnya, revolusi-revolusi di Eropa Barat gagal semua.</p>
<p>Keterisolasian Uni Soviet menguatkan elemen-elemen konservatif dan birokrasi di dalam Uni Soviet. Kegagalan-kegagalan Revolusi di Eropa Barat membuat massa buruh di Uni Soviet kehilangan semangat, dan setelah rakyat buruh menjadi pasif karena keletihan revolusi dan perang saudara yang berkepanjangan, birokrasi-birokrasi merasuk ke dalam Partai Bolshevik dan pemerintahan Uni Soviet. Birokrasi ini tidak suka topan badai revolusi. Mereka ingin hidup tenang dan damai. Sentimen yang tumbuh adalah “Buat apa mengobarkan revolusi proletar sedunia, mari kita bangun sosialisme di Rusia”, dan rakyat buruh yang sudah letih pun mengiyakan secara pasif.</p>
<p>Krisis ekonomi baru-baru ini adalah satu periode peralihan yang akan menyiapkan satu generasi baru dan satu gerakan baru yang akan melawan kapitalisme. Oleh karena itu penting bagi kita semua untuk mempelajari sebab-musabab kebangkrutan Uni Soviet, negara buruh yang pertama di dalam sejarah.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui sosok Trotsky sangat fenomenal sekaligus kontroversial. Pemikirannya tidak populer dalam gerakan di Indonesia, bahkan cenderung disingkirkan. Kita ingat sosok Tan Malaka, juga dicap Trotskis oleh kalangan pergerakan sendiri, dan ia dikucilkan. Apa pendapat Anda?</p>
<p>Pengotoran dan pemfitnahan atas nama baik dan gagasan-gagasan Leon Trotsky adalah satu bagian dari usaha kaum birokrasi Uni Soviet untuk menenggelamkan tradisi Revolusi Oktober. Setelah berhasil mengkonsolidasikan posisi mereka, satu langkah pertama yang dilakukan oleh kaum birokrasi adalah membersihkan para pemimpin Bolshevik lama yang dituduh sebagai oporkaki (oportunis kanan dan kiri) dan Trotskis, dengan menendang mereka semua dari partai-partai komunis dan mengirim mereka ke kamp konsentrasi.</p>
<p>Selain Stalin, hampir semua anggota Komite Pusat Partai Bolshevik yang memimpin Revolusi Oktober mati karena bunuh diri, dihilangkan, atau dieksekusi. Ini sendiri sudah memberikan gambaran sedahsyat apa pembersihan yang dilakukan oleh kaum birokrasi Uni Soviet ini. Sungguh aneh bukan bahwa para pemimpin Revolusi Oktober semua ternyata adalah agen imperialis, agen fasis, agen borjuasi, dll. Dan ini bukan hanya terjadi di Uni Soviet, tetapi di seluruh penjuru dunia, dan termasuk Partai Komunis Indonesia.</p>
<p>Kalau memang tulisan-tulisan dan gagasan-gagasan Trotsky sungguh sangat keliru, mengapa kaum Stalinis begitu takut sehingga harus melarang anggota-anggotanya dan penduduknya untuk membacanya? Semua karya Leon Trotsky dibakar dan dilarang di Uni Soviet dan juga di dalam partai-partai Komunis. Bukannya justru baik kalau tulisan tersebut disediakan supaya kesalahan-kesalahan tersebut dapat diekspos. Lenin tidak pernah melarang kamerad-kameradnya untuk membaca karya-karya musuhnya (kaum Sosial Demokrat seperti Karl Kautsky, Bernstein, dll). Ini seperti rejim Soeharto yang sangat takut dengan komunisme sehingga melarang penerbitan buku-buku Marxis.</p>
<p>Biar saya kutip sebuah tutur kata dari almarhum Sobron Aidit, sastrawan  besar kita,   adiknya D.N. Aidit:</p>
<p>“Dia [Asahan] sudah menamatkan bacaan dari Trotsky tentang Riwayat Hidup STALIN, Tulisan ini setebal 900 halaman. Menurut dia &#8211; sangat menarik. Saya sendiri tidak tahu dan tidak memahami benar kenapa dulu kami diajarkan begitu sangat anti-Trotsky. &#8230; Padahal sebenarnya saya tidak tahu dan tidak mengerti benar apa paham dan ideologi Trotsky-isme itu.” [Kisah Serba-Serbi ( Omong-omong dengan ASAHAN ALHAM ), Sobron Aidit, Paris, 11 September 2006]</p>
<p>Semuanya diajarkan untuk anti-Trotsky tanpa memahami benar siapa dan apa gagasan Trotsky. Semua diajarkan untuk anti-Tan Malaka tanpa mengetahui benar program Merdeka 100%nya. Apa bedanya ini dengan rejim Soeharto yang mengajari kita untuk anti-komunis dan melarang beredarnya karya-karya Marxis?</p>
<p>Kebenaran adalah satu-satunya pilar dari mana kaum revolusioner dapat menemukan pegangan dan pondasi dalam perjuangan kita. Penerbitan buku ini adalah satu usaha untuk menemukan kebenaran.</p>
<p>Ini adalah buku Trotsky yang kedua yang terbit dalam Bahasa Indonesia setelah Revolusi Permanen. Apakah Anda dalam hal ini Wellred memang mengkhususkan penerbitan karya-karya Trotsky? mengapa?</p>
<p>Semenjak jatuhnya rejim Soeharto, ada ledakan minat di antara kaum muda akan bacaan-bacaan Marxis. Karya-karya Marxis klasik dari Marx, Engels, Lenin, Rosa Luxembourg, Plekhanov, dll sudah mulai diterjemahkan dan diterbitkan. Namun karena sentimen anti-Trotsky yang masih kuat di dalam gerakan, yakni warisan anti-Trotsky dari PKI dulu, belum ada satupun karya Trotsky yang diterbitkan. Inilah yang mendasari saya dan penerbit Wellred untuk memfokuskan penerjemahan dan penerbitan karya-karya Leon Trotsky.</p>
<p>Kami berharap bisa mempercepat proyek penerbitan karya-karya Trotsky lainnya, sehingga dalam waktu dekat buku-bukunya yang lain seperti My Life, History of Russian Revolution, In Defence of Marxism, dsb. dapat tersedia, bukan hanya untuk gerakan tetapi juga untuk nilai-nilai akademis dan historis.</p>
<p>Di Indonesia, bagaimana relevansi pengetahuan sejarah pada masa revolusi buruh di Rusia dengan yang terjadi sekarang?</p>
<p>Satu pengalaman penting dari Revolusi Oktober di Rusia adalah bahwa buruh bisa memimpin pembebasan rakyat sepenuhnya dari cengkraman kapitalis bahkan di negeri yang terbelakang, bahkan ketika jumlah kaum buruh di Rusia adalah kecil dibandingkan kelas dan kelompok sosial lainnya, seperti kelas tani, kaum miskin kota, dll. “Buruh Berkuasa Rakyat Sejahtera”, inilah slogan yang direalisasikan oleh Revolusi Rusia, dan ini bisa tercapai di Indonesia.</p>
<p>Potensi kelas buruh Indonesia sekarang bahkan secara relatif lebih kuat. Indonesia juga secara relatif lebih maju ketimbang Rusia pada jamannya. Di Rusia dulu, 90% penduduknya buta huruf. Mayoritas penduduk juga petani seperti di Indonesia, tetapi mereka hidup dalam kegelapan yang bahkan lebih pekat dibandingkan petani Indonesia sekarang. Revolusi Rusia menjawab skeptisisme dari mereka yang meragukan kekuatan buruh Indonesia sebagai tenaga pendorong perubahan dalam masyarakat kita.</p>
<p>Rusia dulu juga adalah sebuah negara semi-koloni di bawah jempo Eropa Barat, dengan modal asing yang besar di dalamnya. Rusia berhasil bebas dari cengkraman imperialisme asing dengan program revolusi sosialis. Ini pelajaran yang bisa kita ambil. Apakah perjuangan anti-imperialisme dapat dipisahkan dari perjuangan sosialis? Sampai saat ini belum ada satupun negara yang mampu bebas dari imperialisme tanpa mengobarkan revolusi sosialis. Jadi jawabannya jelas.</p>
<p>Namun, buku Revolusi yang Dikhianati memberikan peringatan: kita tidak bisa membangun sosialisme di satu negeri. Walaupun kemenangan revolusi bisa diraih, membangun sosialisme adalah satu hal yang lain. Dibutuhkan tingkat industri dan teknologi yang tinggi. Indonesia, walaupun kaya dengan sumber daya alam dan juga memiliki insan-insan yang penuh talenta, secara relatif lebih terbelakang dibandingkan negara-negara kapitalis maju. Bilamana revolusi pecah di Indonesia dan buruh berkuasa, maka revolusi ini harus menyebar ke negara-negara tetangga lainnya: Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan yang lainnya, sehingga bisa terbentuk Federasi Sosialis Asia Tenggara dimana seluruh kekuatan produksi dan industri wilayah ini bisa disatukan dalam perekonomian terencana untuk maju menuju sosialisme.</p>
<p>Bagaimana Anda melihat pergerakan kelompok progresif di Indonesia dibanding negara negara lain, misal di Eropa atau Amerika Latin?</p>
<p>Setelah mendobrak kerangkeng kediktaturan Soeharto, pergerakan Indonesia memasuki satu fase demoralisasi tetapi pada saat yang sama ada pembaharuan juga. Secara ideologis saya rasa pergerakan kelompok progresif Indonesia sudah menjadi lebih matang, dalam arti garis-garis ideologis sudah mulai ditarik lebih jelas di antara tendensi-tendensi yang berbeda. Ini adalah fase pendewasaan yang memang perlu dilalui.</p>
<p>Kalau dibandingkan dengan gerakan di Eropa dan Amerika Latin, dalam hal gerakan buruh kita masih tertinggal jauh, secara organisasional dan ideologis. Ini tidak mengherankan. 32 tahun reaksi di bawah Soeharto telah mengubur begitu banyak tradisi perjuangan kelas. Namun gerakan buruh Indonesia tidaklah ternodai oleh paham dan ilusi Sosial Demokrasi dan reformisme seperti halnya di Eropa, karena selama satu generasi penuh kelas pekerja Eropa mampu meraih konsensi-konsesi dari kelas kapitalis dan ini menjadi tanah yang subur bagi ideologi Sosial Demokrasi dan reformisme. Bila memang ada ilusi reformisme dan Sosial Demokrasi di dalam kelompok-kelompok progresif, ini hanya bersifat sekunder yang dikarenakan kelemahan ideologis.</p>
<p>Amerika Latin sekarang telah menjadi poros gerakan progresif, garda depan revolusi. Rakyat pekerja Indonesia bisa belajar banyak dari proses ini, kekuatannya dan juga kelemahan-kelemahannya. Yang belakangan ini cukup penting. Pertanyaan yang patut dikemukan: mengapa setelah lebih dari 10 tahun Revolusi Venezuela belumlah menang dan menghancurkan kapitalisme?</p>
<p>Krisis ekonomi dunia telah membuka satu masa peralihan dari satu periode ke periode yang lain. Kesadaran rakyat pekerja Indonesia, Asia, Eropa, Amerika Latin akan terguncang satu per satu. Saya tidak meragukan kalau sebuah ledakan yang lebih besar daripada Gerakan 1998 akan terjadi dalam periode selanjutnya. Pertanyaannya bukan kapan, tetapi bagaimana kita harus mempersiapkan diri kita untuk menghadapinya.[end]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=82&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2010/10/10/mengapa-gagasan-trotsky-ditakuti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari ini 21 Mei 2009</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 08:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Di sini kubenamkan rasa rindu. Sedemikian kuat hingga aku tersungkur pada kesedihan malam dan pagi. Jawab pertanyaanku, kamerad. Pernahkan kau merasa aku menghianatimu? pernahkah kau merasa sendirian hingga tulang rusukmu belingsatan? Di antara deras hujan, air mataku tumpah merayap mengalir menyusuri parit-parit, entah ke laut mana dia bermuara.Aku hanya tahu satu hal: aku tak pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=79&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sini kubenamkan rasa rindu. Sedemikian kuat hingga aku tersungkur pada kesedihan malam dan pagi. Jawab pertanyaanku, kamerad. Pernahkan kau merasa aku menghianatimu? pernahkah kau merasa sendirian hingga tulang rusukmu belingsatan?</p>
<p>Di antara deras hujan, air mataku tumpah merayap mengalir menyusuri parit-parit, entah ke laut mana dia bermuara.Aku hanya tahu satu hal: aku tak pernah benar benar meninggalkanmu. Sebab air mata ini akan mengalir ke laut. Mungkin laut di samping apartemenmu. Atau laut di depan kampung nelayan yang kau beri harapan hidup di masa depan. Air mata yang cengeng itu akan menguap menjadi awan dan mungkin jatuh di kepalamu saat kau menyusuri trotoar. Dia akan melekat di bajumu sampai kau membersihkannya di sebuah mesin cuci. Tapi dia masih berbutir..kali ini menyerap ke tanah merembes di pori pori akar gandum, yang akan segera kau santap pada sebuah pagi yang sibuk.</p>
<p>Jawab pertanyaanku, sayang. Pernahkah aku meminta kau di sampingku saat aku terbaring sakit menahan tembusan selang infus di urat lengan kiriku? atau pada saat hidupku terancam senapan?<br />
Aku cuma tahu satu hal: di antara kepicikan penguasa, ada rasa hangat yang kuhantarkan untukmu. Mengapa kau takutkan sesuatu yang menyembul dari perasaan cinta? Sedemikian seram kah sesuatu itu ketimbang para penghisap tenaga manusia.</p>
<p>Hari ini, sebelas tahun lalu.. ratusan orang terluka, perempuan diperkosa, rakyat berbaris menuntut balas. Kobaran api menyala di mana-mana. Hari ini para penghianat itu, muncul di televisi, di koran koran, di perkampungan miskin, di mana-mana..meminta kesetiaan dari manusia-manusia yang sudah tak memiliki hidup. Sebab, hidup itu sudah berulangkali mereka rampas..berulangkali..</p>
<p>Hari ini..aku termangu menatap rindu, merasakan gemerutuk di tulang rusuk&#8230;</p>
<p>21 Mei 2009<br />
Untuk TS&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=79&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/05/21/hari-ini-21-mei-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tentang sesuatu di antara kau dan aku</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 16:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Aku membayangkan engkau seperti hujan yang tak bermusim. Kadang engkau datang pada saat panas, tapi engkau juga sering membiarkan aku keronta dilanda musim kemarau. Terlalu sudah, rasa sepi ini menghantarku pada sebuah keinginan bersamamu. Aku ingin segera pulang seperti saat pertama kau menawariku sebuah rumah untuk aku pulang. Aku tahu, tak usah kau ulangi lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=78&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku membayangkan engkau seperti hujan yang tak bermusim. Kadang engkau datang pada saat panas, tapi engkau juga sering membiarkan aku keronta dilanda musim kemarau.</p>
<p>Terlalu sudah, rasa sepi ini menghantarku pada sebuah keinginan bersamamu. Aku ingin segera pulang seperti saat pertama kau menawariku sebuah rumah untuk aku pulang. </p>
<p>Aku tahu, tak usah kau ulangi lagi ucapanmu. Bersamamu adalah bayangan, bersamamu adalah mimpi, sebab kau milik bumi kelak akan kembali ke bumi. </p>
<p>Kelak aku akan mengarang cerita tentang pertemuan kita yang yang tak pernah ada. Aku akan menyusun kalimat dari kekosongan.<br />
Semuanya akan berubah kecuali huruf huruf dalam dinding jiwaku yang pernah merangkai namamu.</p>
<p>Kita akan bertemu pada sesuatu yang kita cita citakan, meski pada saat itu aku telah menjadi tanah..</p>
<p>untuk TS<br />
19 april 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=78&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/04/19/tentang-sesuatu-di-antara-kau-dan-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Tahun Habis Setengah</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/01/12/menunggu-tahun-habis-setengah/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/01/12/menunggu-tahun-habis-setengah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 18:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[64]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari di ujung tahun. Kamu telanjangi kesunyianku yang menyayat penuh lebam. Di tanahmu yang bersalju kau janjikan matahari. Sementara atap rumahku diguyur hujan tropis. Dingin, mencekam. Kita sama-sama buta, tapi kita tahu kita sama-sama ada. Denting jam merangkak payah. Tak sabar aku menunggu tahun habis setengah. Agar aku bisa menggenggam salju di hatimu dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=68&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari di ujung tahun. Kamu telanjangi kesunyianku yang menyayat penuh lebam. Di tanahmu yang bersalju kau janjikan matahari. Sementara atap rumahku diguyur hujan tropis. Dingin, mencekam. Kita sama-sama buta, tapi kita tahu kita sama-sama ada.</p>
<p>Denting jam merangkak payah. Tak sabar aku menunggu tahun habis setengah. Agar aku bisa menggenggam salju di hatimu dalam desiran angin kemarau yang menyeok di atap rumah. Kelak jika ada nyawa dan alam menghendaki, kita akan berjumpa pada suatu pagi yang hangat sambil melihat senyum anak-anak yang tulus, kota yang ramah, desa yang kenyang bebas dari racun dan senapan.</p>
<p>Agar hidup kita menjadi kehidupan</p>
<p>Jangan dulu berpaling, hingga tahun habis setengah..</p>
<p>Ultimus, 12 Januari 2009.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=68&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2009/01/12/menunggu-tahun-habis-setengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/12/03/66/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/12/03/66/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 20:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Aku menulisnya dalam sunyi yang gerimis Saat kudapati sadar yang menoreh dirimba kemarahan. Sungguh, sayang&#8230; kau membuatku takut. Kata-katamu adalah dirimu sebenarnya. Kujejali rasa dengan simbah airmata dan kesedihan tiada tara. Inilah hidup yang sebenarnya, saat aku harus bertarung dengan perasaan hina dan dengkimu. Kemarahanmu membuatku pedih dan lirih. Bukan untuk aku, tapi aku sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=66&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku menulisnya dalam sunyi yang gerimis</p>
<p>Saat kudapati sadar yang menoreh dirimba kemarahan. Sungguh, sayang&#8230; kau membuatku takut. Kata-katamu adalah dirimu sebenarnya. Kujejali rasa dengan simbah airmata dan kesedihan tiada tara. Inilah hidup yang sebenarnya, saat aku harus bertarung dengan perasaan hina dan dengkimu.</p>
<p>Kemarahanmu membuatku pedih dan lirih. Bukan untuk aku, tapi aku sedang mengkawatirkanmu, sedang ingin memelukmu dalam genggam pengertian dan kesabaran. Inilah aku, manusia. Bukan seorang perempuan yang menghamba untuk dimiliki. Lihatlah aku sebagai manusia, sebagai kekasih yang kehinaannya tidak terletak pada apa yang melekat pada tubuhnya.</p>
<p>Sayang.. Meski sesak, dada ini ingin melebihi luas samudera. Tak peduli seberapa tajam panah yang kau hujamkan, aku masih berdiri dan selamanya mengasihimu. Sebab dendam hanya luka.</p>
<p>Pergilah dengan ketenangan..</p>
<p>Sebab mata bisa salah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=66&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/12/03/66/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angin Baru..</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/27/angin-baru/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/27/angin-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 09:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[hembuskan napas baru.. rendami daun daun yang merintih rindu..siami batang-batang pohon yang haus.. Matahari, sinarilah kami yang lapar cahaya cakrawala, lindungilah kami yang tak punya atap Hujan-hujan.. basahilah benih benih yang terpendam lupur kering Agar hidup kembali menghijau,,seperti hamparan padi yang sedang remaja. Burung-burung dan serangga akan membawa simponi dari para penyair Damailah di bumiku,,di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=64&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hembuskan napas baru..<br />
rendami daun daun yang merintih rindu..siami batang-batang pohon yang haus..</p>
<p>Matahari, sinarilah kami yang lapar cahaya<br />
cakrawala, lindungilah kami yang tak punya atap<br />
Hujan-hujan.. basahilah benih benih yang terpendam lupur kering<br />
Agar hidup kembali menghijau,,seperti hamparan padi yang sedang remaja.</p>
<p>Burung-burung dan serangga akan membawa simponi dari para penyair<br />
Damailah di bumiku,,di jiwaku..</p>
<p>sebab hidup adalah napas&#8230;<br />
sebab hidup adalah jiwa&#8230;<br />
-yani-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=64&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/27/angin-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>debu</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/17/debu/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/17/debu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 15:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Bagai debu, terseok di udara arang dan tungku tersenyum lepas, puas, mereka bercinta, berdendang dengan tiupan angin yang menghempas debu debu..debu.. terseok di udara..terhempas angin tak ada tempat bicara apalagi tempat berteduh debu..debu..berkawan dengan angin, berlari dari hujan 17 Oktober 2008 arif,.. selamat jadi tungku sebab kau mempunyai arang<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=62&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagai debu, terseok di udara</p>
<p>arang dan tungku tersenyum lepas, puas, mereka bercinta, berdendang dengan tiupan angin yang menghempas debu</p>
<p>debu..debu.. terseok di udara..terhempas angin tak ada tempat bicara apalagi tempat berteduh</p>
<p>debu..debu..berkawan dengan angin, berlari dari hujan</p>
<p>17 Oktober 2008</p>
<p>arif,.. selamat jadi tungku sebab kau mempunyai arang</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=62&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/10/17/debu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berita Detik.com Tak Berimbang</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/08/24/berita-detikcom-tak-berimbang/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/08/24/berita-detikcom-tak-berimbang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 09:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Mulyani Hasan Membaca berita Detik.com, sekilas tampak tidak menyimpan persoalan. Berikut ini beritanya: Ketua Papernas Nyebrang ke PBR Laurencius Simanjuntak &#8211; detikNews Jakarta &#8211; Fenomena &#8216;ganti baju&#8217;, tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah menjelang Pemilu 2009. Hal ini pun dilakukan Ketua Majelis Partai Pertimbangan Partai Persatuan Nasional (Papernas), Dita Indah Sari bersama sejumlah rekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=60&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify">Oleh Mulyani Hasan</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Membaca berita Detik.com, sekilas tampak tidak menyimpan persoalan. Berikut ini beritanya:</p>
<p><strong><em>Ketua Papernas Nyebrang ke PBR<br />
Laurencius Simanjuntak &#8211; detikNews<br />
</em></strong><br />
<em>Jakarta &#8211; Fenomena &#8216;ganti baju&#8217;, tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah menjelang Pemilu 2009. Hal ini pun dilakukan Ketua Majelis Partai Pertimbangan Partai Persatuan Nasional (Papernas), Dita Indah Sari bersama sejumlah rekan separtainya yang merapat ke PBR.</em><span id="more-60"></span></p>
<div>
<blockquote><p><em><em>&#8220;Saya sudah menjadi anggota PBR, dan saya sudah mengajukan diri jadi caleg. Sementara teman-teman saya, bukan Papernas secara institusi, tetapi personal, sekitar 40 orang,&#8221; ujar mantan aktivis mahasiswa tahun 90-an ini yang dijumpai wartawan seusai menghadiri Launching Nomor Urut PBR di kantor DPP PBR, Jl KH Abdullah Syafii, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/8/2008).</em></p>
<p>Hal tersebut dilakukan Dita karena lewat partainya, yang bukan partai peserta Pemilu, aspirasi politiknya tidak bisa disampaikan. &#8220;Saya sudah coba buat partai, Papernas itu. Tapi kita banyak hambatan, yang sifatnya fisik, bahkan kekerasan di berbagai tempat, ujar wanita yang bekas partainya juga tidak diverifikasi KPU ini.</p>
<p>Dita mengatakan, meski telah berpindah rumah, tidak ada partai yang benar-benar bersih. Dia pindah karena ingin aspirasi politiknya tersalurkan.</p>
<p>&#8220;Cari yang terbaik dari yang terburuk,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Massa Papernas pernah terlibat bentrok fisik dengan FPI dan Front Betawi Rempug pada 29 Maret 2007. Papernas dinilai berhaluan kiri dan membawa nilai-nilai komunis oleh FPI.(lrn/gah)<br />
</em></p></blockquote>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Saya tak akan mempersoalkan penggunaan singkatan-singkatan dalam berita itu, meski dalam jurnalisme seharusnya menggunakan kata sejelas-jelasnya. Ada yang lebih penting dari itu. Baca kalimat di bawah ini, penggalan terakhir dari berita itu.</p>
<p>Massa Papernas pernah terlibat bentrok fisik dengan FPI dan Front Betawi Rempug pada 29 Maret 2007. Papernas dinilai berhaluan kiri dan membawa nilai-nilai komunis oleh FPI</p>
<p>Peristiwa 29 Maret 2007 itu bukan bentrokan, tapi penyerangan Front Pembela Islam terhadap massa Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) yang ketika itu akan rapat akbar menolak pengesahan Undang-Undang Penanaman Modal Asing.</p>
<p>Bedakan antara “bentrok” dengan “penyerangan”.  Bentrok terjadi ketika semua pihak saling menyerang. Dalam peristiwa itu FPI yang menyerang Papernas.</p>
<p>Detik.com juga tidak maksimal dalam menyajikan informasi. Tidak salah memang, tapi media hendaknya juga berfungsi mencerdaskan. Kata “kiri” dan “komunis” tidak diberi penjelasan dalam berita itu. Detik.com hanya menginformasikan kedua kata itu berdasarkan penilaian FPI. Itu berarti tidak berimbang. Berikut penggalan beritanya:<em><br />
</em></p>
<div>
<blockquote><p><em>Papernas dinilai berhaluan kiri dan membawa nilai-nilai komunis oleh FPI<br />
</em></p></blockquote>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Lantas, apa itu “kiri” dan “komunis”?  Detik.com tidak menjelaskannya, atau barangkali sedang termakan oleh propaganda “anti komunis” tanpa memahami apa dan bagaimana itu komunis.</p>
<p>Merujuk pada artikel Samsir Mohamad (<a href="http://rumahkiri.net/" target="_blank">www.rumahkiri.net</a>), di Amerika, yang disebut kiri atau left berarti <em>“The individuals and group who advocate the adoption of sometimes extreme messure in order to achieve the equality, freedom, and well-being of the citizens of a state”</em>. (Perorangan atau kelompok yang membenarkan dipakainya sewaktu-waktu tindakan ekstrim untuk mencapai persamaan, kemerdekaan, dan kesejahteraan warga negara dari suatu negara). Berarti juga <em>“the opinion of those advocating such messures as opposed to conservative opinion”. Jadi ringkasnya “kiri” itu kebalikan dari “konservatif”</em>. Dia menghendaki perubahan.</p>
<p>Sedangkan komunisme, sebuah paham yang membatasi kepemilikan modal atas individu. Dalam konteks itu, berulangkali media massa menjadi alat kekuasaan untuk menghantam gerakan itu, ikut-ikutan mendzalimi.</p>
<p>Media massa bersifat hegemonik, dia seperti kekuasaan yang memaksa pembacanya patuh. Dia seperti kebenaran yang tak terelakan. Seperti kata Antonio Gramsci, pada saat itu, yang dikuasai tidak hanya harus merasa mempunyai dan menginternalisasi nilai-nilai serta norma penguasa, lebih dari itu mereka juga harus memberi persetujuan atas subordinasi mereka. Begitulah yang dimaksud dengan “hegemoni” atau menguasai dengan “kepemimpinan moral dan intelektual” secara konsensional menurut Gramsci.</p>
<p>Tentu saja Detik.com tidak sendirian, cermati berita-berita soal unjukrasa mahasiswa menolak kenaikan bahan bakar minyak. “Mahasiswa bentrok dengan polisi” bagaimana itu bisa dikatakan bentrok? Jelas-jelas polisi menangkap dan menyerbu  kampus.</p>
<p>Atau media massa memberitakan; Polisi Mengamankan Mahasiswa.</p>
<p>Orang ditangkap, bukan diamankan.</p>
<p>Dampaknya sangat kentara. Banyak orang mengecam tindakan mahasiswa. Dari kalangan intelektual hingga masyarakat awam ramai-ramai menyalahkan mahasiswa.</p>
<p>Kebenaran dalam media massa terletak pada prosedur. Salah satu prosedur jurnalisme adalah verifikasi. Banyak jurnalis yang tak paham inti dari verifikasi itu. Misal, mengapa mahasiswa berunjukrasa? Atau mengapa paham kiri sangat dibenci dan selalu dihantam bertubi-tubi?</p>
<p>Verifikasi tak cukup hanya dengan mewawancarai pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah persoalan. Verifikasi harus juga menyangkut sebab dan mengapa peristiwa itu bisa terjadi.</p>
<p><em><strong>Mulyani Hasan</strong>, tim kerja Mediabersama.com</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=60&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/08/24/berita-detikcom-tak-berimbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentangmu</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/07/01/tentangmu/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/07/01/tentangmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 17:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Mendekapmu seperti puisi tanpa huruf Ada makna tapi tak terbaca -yani-<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=59&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendekapmu seperti puisi tanpa huruf</p>
<p>Ada makna tapi tak terbaca</p>
<p>-yani-</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=59&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/07/01/tentangmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para Pembela Venezuela</title>
		<link>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/05/14/para-pembela-venezuela/</link>
		<comments>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/05/14/para-pembela-venezuela/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 14:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulyanihasan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulyanihasan.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Mulyani Hasan Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi.Di pojok kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sore itu ada pertunjukan. Sebuah film [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=49&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Mulyani Hasan</p>
<p>Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi.<span id="more-49"></span>Di pojok kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sore itu ada pertunjukan. Sebuah film dokumenter berjudul <em>No Volveran</em> diputar. Film itu merekam kehidupan rakyat Venezuela. Di sana ada revolusi tanpa moncong senjata. Sang revolusioner, Hugo Chavez, terpilih sebagai presiden secara konstitusional.</p>
<p>Rakyat begitu gegap gempita menyambut revolusi. Suka cita di mana-mana. Sangat memukau. Mereka bekerja keras, mengendalikan industri, membangun rumah-rumah, bersama-sama membuat konstitusi. Mereka melunasi utang luar negeri, menyalurkan kekayaan negeri, dan memutuskan hubungan dengan International Monetary Fund atau IMF.</p>
<p>Lebih dari itu, revolusi Republik Bolivarian Venezuela adalah inspirasi bagi kekuatan rakyat di mana pun di muka bumi. Venezuela adalah inspirasi. Revolusi Bolivarian sebuah kemenangan sekaligus pembuktian sosialisme adalah keniscayaan. Ia kini menjadi simbol masyarakat sosialis abad ke-21. Maka, mereka yang meyakini sosialisme sebagai sistem kehidupan sosial, perlu membela negara mana pun yang sedang berjalan di atas kemenangan revolusi rakyat.</p>
<p>Apa yang terjadi di Jakarta sore itu rupanya bagian dari solidaritas untuk Venezuela. Anak-anak muda itu seperti berjalan bersama rakyat Venezuela. Solidaritas itu bernama Hands off Venezuela, dalam bahasa Indonesia berarti Jangan Sentuh Venezuela. Solidaritas itu sudah merebak di lebih 30 negara. Di Indonesia diluncurkan sore itu, 28 Maret 2008.</p>
<p>Solidaritas itu pertama kali dibentuk pada Desember 2002 di Inggris. Itu adalah bentuk kekhawatiran para aktivis pendukung revolusi Venezuela di Inggris yang menyaksikan kelicikan propaganda kelompok oposisi reaksioner Venezuela yang berusaha menggulingkan Presiden Hugo Chavez yang terpilih secara konstitusional. Mereka melihat kerja-kerja media massa di dunia sudah didomplengi kekuatan imperialisme yang tidak senang negara sosialis macam Venezuela berdiri.  Aktivitas kampanye ini telah diakui Presiden Chavez sendiri. Mereka ingin mendukung dan mempertahankan revolusi di Venezuela dari serangan imperialisme dan agen lokal di Venezuela. Mereka juga ingin memberikan informasi yang benar tentang Venezuela yang selama ini, menurut mereka, telah diselewengkan oleh pemberitaan media.</p>
<p>Satu demi satu solidaritas itu menguap dari banyak negara di dunia. Tak banyak orang yang ikut campur, tapi mereka membangun hubungan dengan aktivis lain di berbagai belahan dunia untuk Venezuela. Bahkan wakil-wakil Hands off Venezuela tampil secara mencolok di pertemuan sedunia untuk solidaritas dengan revolusi kedua pada April 2004.</p>
<p>Pada awal pembentukannya, Hands off Venezuela semacam bentuk media alternatif melawan pemberitaan yang menyesatkan. Alan Woods, editor situs <em>In Defence of Marxist</em> memulainya dengan menyerukan pembelaan terhadap revolusi Venezuela, menentang intervensi Amerika dan memastikan agar serikat buruh dan gerakan buruh di seluruh dunia dapat memperoleh informasi yang benar mengenai situasi yang sebenarnya sedang terjadi di Venezuela.</p>
<p>Seruan itu dipicu ketika kelompok oposisi Venezuela yang terdiri atas para petinggi militer yang berkumpul di Altamira Square di Caracas Timur, lalu menyerukan boikot terhadap Chavez. Para oposisi itu mengeluarkan perintah mogok kerja nasional tanpa batas waktu. Padahal itu adalah kerjaan para bos yang mengatasnamakan rakyat. Manajer-manajer dan direktur-direktur perusahaan minyak negara yang kaya raya  serentak menggerakkan sabotase terhadap industri. Mereka ingin melumpuhkan negara, seolah-olah rakyat menentang Chavez.</p>
<p>Berita dusta soal Venezuela bergelora di dunia.  Media internasional penyambung lidah kebijakan politik Amerika juga punya andil. Berita yang beredar adalah telah terjadi mogok kerja umum di Venezuela menolak rezim otoriter yang sudah tidak populer. Kelompok itu mendompleng demokrasi untuk menghantam Chavez. Jaringan televisi <em>RCTV</em> dan <em>Globovision</em> digunakan untuk menyokong misi mereka dan menghantam kekuasaan Chavez lewat liputan yang  manipulatif dan sepihak.</p>
<p>Jeremy Dear, Sekretaris Jendral British National Union of Journalists, dan sejumlah pemimpin penting serikat buruh di Inggris menyambut baik rencana Alan Woods. Kampanye ini dengan cepat menjalar ke negara-negara di Eropa, Amerika Utara, Asia, dan Afrika. Lebih dari 30 negara bersolidaritas untuk Venezuela.</p>
<p>Alan Woods adalah aktivis organisasi International Marxist Tendency. Organisasi ini mengeluarkan situs <em>In Defence of Marxist </em>dan Woods sebagai editornya. Organisasi ini sudah ada di 34 negara. Mereka mendukung gerakan sosialisme di seluruh dunia.</p>
<p>Dalam wawancara dengan <em>Humania del Sur</em>, Alan Woods mengatakan bagaimana kita bisa berbicara mengenai kemerdekaan media, ketika semua media dimiliki oleh segelintir orang kaya seperti Rupert Murdoch? &#8220;Apa yang disebut kemerdekaan berekspresi di Inggris dan Amerika hanyalah guyonan dengan selera yang sangat rendah,&#8221; katanya.</p>
<p>Itulah sebabnya di Amerika Latin sudah ada Televisi Pan Amerika Latin, <em>Telesur</em>. Ia adalah media alternatif untuk melawan dominasi kekuasaan media imperialis macam <em>CNN</em> dan sejenisnya. <em>Telesur</em> mengudara atas inisiatif Presiden Huge Chavez yang merangkul Venezuela, Kuba, Argentina, Bolivia, Ekuador, Nikaragua, dan Uruguay.</p>
<p><strong>Bagaimana di Indonesia?</strong></p>
<p>&#8220;Meski tidak seperti media-media barat yang jelas-jelas mendistorsi kenyataan di Venezuela, media di Indonesia belum objektif menyikapi fakta politik di Venezuela, ,&#8221; tutur Jesus Syaiful Anam, koordinator Hands off Venezuela-Indonesia. Menurut dia, media barat itu macam <em>CNN</em> dan <em>BBC</em>.</p>
<p>Selama ini pemberitaan soal Venezuela di media-media di Indonesia lebih banyak diambil dari media-media internasional macam <em>Reuter, The Associated Press</em> atau <em>AP</em>. Bisa dipahami, karena cara kerja seperti ini lebih mudah dan murah, ketimbang mengirim wartawan ke lokasi.</p>
<p>&#8220;Media-media di bawah kekuasaan kapitalisme kan seperti industri yang cari untung,&#8221; lanjut Anam. &#8220;Sekalipun ada keberpihakan media terhadap rakyat, tetap saja itu semua sudah diperhitungkan berdasarkan keuntungan bisnis.&#8221;</p>
<p>Farid Gaban yang menyaksikan acara itu berpendapat, dalam lingkungan kapitalisme, media cenderung dipandang sebagai industri semata, sehingga makin jauh meninggalkan hakikat awalnya sebagai lembaga publik. Farid Gaban bekas  wartawan majalah <em>Tempo</em> kini bekerja untuk <em>Pena Indonesia</em>.</p>
<p>Ia juga tak sepenuhnya membenarkan bahwa sistem kapitalisme serta merta menumbuhkan demokrasi dan partasipasi politik publik yang kuat lewat media yang bebas. Media di Amerika Serikat yang dianggap matang, profesional, kritis, dan independen mengapa gagal mencegah pemerintahnya melakukan agresi dan teror ke Irak?</p>
<p>&#8220;Kenapa media tidak bisa menangkal, justru mengamini kebohongan pemerintah George Bush tentang alasan utama menyerbu Irak? Kenapa media gagal meyakinkan publik Amerika untuk tidak memilih lagi George Bush, presiden terburuk sepanjang sejarah negeri itu?&#8221; ucap Farid mempertanyakan sikap media di Amerika yang sering dianggap kritis dan independen.</p>
<p>Di Indonesia juga begitu, malah lebih parah. Di negara-negara maju macam Amerika dan Inggris, perlawanan terhadap dominasi media kapitalis digandeng dengan tumbuhnya media-media alternatif dan berhaluan kiri.</p>
<p>Sejak Orde Baru mengambil kekuasaan, dunia jurnalisme mengalami titik terburuk. Tak ada kebebasan informasi. Semua yang bertentangan dengan kepentingan pemerintah dihabisi. Nilai bahasa juga menjadi kacau di bawah kekuasaan Soeharto. Media diarahkan untuk berpihak pada pemerintah. Sensor diperketat. Informasi publik disajikan sesuai resep pemerintah.</p>
<p>Hal itu berlangsung selama puluhan tahun. Generasi Indonesia tumbuh dalam lingkungan semacam itu. Masih ingat bagaimana Orde Baru mengharamkan segala sesuatu yang berhubungan dengan marxisme? Itu masih berlangsung sampai sekarang. Itulah sebabnya wacana <em>kiri</em> menjadi sangat menakutkan. Juga di lingkungan media dan jurnalistik. Takut dicap kiri, tidak independen.</p>
<p>Seorang wartawan Indonesia, Andreas Harsono, menempuh pendidikan jurnalistik di Amerika. Pernah juga bekerja di beberapa media internasional. Melihat media di Indonesia yang tumbuh di lingkungan kapitalisme, dia menilai mereka sangat buruk. Dia menilai pemahaman wartawan soal kapitalisme, sosialisme, maupun pemikiran politik lain tidak proporsional. &#8220;Dia harus mengerti analisis kelas. Dia juga harus belajar soal konflik etnik, agama, dan sebagainya. Kalau hanya diarahkan guna melayani kepentingan modal, saya kira si wartawan akan kesulitan untuk melihat realita masyarakat yang sesungguhnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Hari ini praktis kita makin sulit melihat media yang berhaluan sosialisme sejak rezim Soeharto menghantam golongan kiri, termasuk media mereka, pada 1965-1966. Hari ini kebanyakan media di Pulau Jawa, terutama pada konglomeratnya, punya pandangan pentingnya modal dalam menjalankan kehidupan masyarakat,&#8221; lanjutnya. Saya menghubungi Andreas melalui <em>email</em>. Dia kini mengelola Yayasan Pantau, lembaga yang berkonsentrasi pada persoalan media dan meningkatkan mutu jurnalisme.</p>
<p>Penyelewengan informasi soal Venezuela begitu cepat dan beragam. Zely Ariane, juru bicara Hands off Venezuela-Indonesia, merasakan dampaknya. Perempuan muda ini keberatan atas perilaku politisi Indonesia yang menggunakan Venezuela sebagai barang dagangan untuk menarik simpati saja. Seolah-olah tentara tulang punggung perubahan. Kita tahu, Hugo Chavez seorang tentara revolusioner. Lebih membahayakan lagi jika para politisi menggunakan alasan bahwa menyejahterakan rakyat tidak harus dengan jalan demokrasi. &#8220;Mengerikan,&#8221; ujar Zely. Apalagi itu disiarkan oleh media-media di Indonesia</p>
<p>Di Indonesia, menurut Zely, tidak ada partai politik yang berpihak pada pembebasan rakyat miskin, sebagaimana diungkapkan Chavez, bahwa pembebasan rakyat miskin satu-satunya cara untuk membangun sebuah bangsa.</p>
<p>Hands off Venezuela bagian kecil dari upaya membangun perubahan itu. Mereka, orang-orang yang membela Venezuela, merasa saudara senasib di bagian bumi mana pun mereka berada. Semangat di Indonesia disambut jutaan rakyat di Amerika Latin. Mereka bersorak menyambutnya (lihat di situs <em>rumahkiri.net</em> dan <em>aporrea.org</em>).</p>
<p>Kemunculan ini diberitakan di TV <em>Telesur</em> di Amerika Latin dan ditayangkan di lebih dari 15 negara. Rakyat Amerika Latin mengetahui di Indonensia ada dukungan bagi mereka. Mereka tidak sendirian rupanya. (E4)</p>
<p>Dimuat di www.Vhrmedia.com dan www.mediabersama.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulyanihasan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulyanihasan.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulyanihasan.wordpress.com&amp;blog=1000683&amp;post=49&amp;subd=mulyanihasan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulyanihasan.wordpress.com/2008/05/14/para-pembela-venezuela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dd64bbf6e094a307fe1025e78308328?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
