Menunggu Tahun Habis Setengah

Dua hari di ujung tahun. Kamu telanjangi kesunyianku yang menyayat penuh lebam. Di tanahmu yang bersalju kau janjikan matahari. Sementara atap rumahku diguyur hujan tropis. Dingin, mencekam. Kita sama-sama buta, tapi kita tahu kita sama-sama ada.

Denting jam merangkak payah. Tak sabar aku menunggu tahun habis setengah. Agar aku bisa menggenggam salju di hatimu dalam desiran angin kemarau yang menyeok di atap rumah. Kelak jika ada nyawa dan alam menghendaki, kita akan berjumpa pada suatu pagi yang hangat sambil melihat senyum anak-anak yang tulus, kota yang ramah, desa yang kenyang bebas dari racun dan senapan.

Agar hidup kita menjadi kehidupan

Jangan dulu berpaling, hingga tahun habis setengah..

Ultimus, 12 Januari 2009.

3 Comments (+add yours?)

  1. melly
    Jan 13, 2009 @ 02:46:04

    yang kangen…yang kangen….šŸ™‚

    Reply

  2. mulyanihasan
    Jan 13, 2009 @ 04:14:32

    Hihi.. Ketahuan Melly..

    Reply

  3. imam
    May 30, 2009 @ 05:16:52

    wah emang begitulah cinta deritanya tiada akhir, itu kata patkay

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: