Para Pembela Venezuela

Oleh Mulyani Hasan

Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi. More

Gadis Penyair, Anak Penyair

*) Mulyani Hasan

Mereka menunggu ayah, suami yang lenyap dimangsa penguasa. Sepuluh tahun, tak ada kepastian. Entah hidup atau mati, entah ada dimana. Perjalanan menuntut keadilan tak berujung, bahkan tidak berakhir dalam bentuk kepasrahan. Mereka menganggapnya masih hidup.

More

Mencari Bima

Oleh Mulyani Hasan

Seorang anak muda yang cerdas dan kritis dihilangkan di masa Soeharto. 24 pastor merayakan misa untuk mendoakannya. Sampai hari ini belum ada kejelasan tentang nasibnya.

More

Petani Tua dari Lereng Burangrang

Samsir: “I love People and My Country”

Oleh Mulyani Hasan

Di masa tua, ia memilih menyingkir ke lereng Burangrang. Sesekali ia turun gunung untuk menyapa zaman dan memberi petuah politik.

Ini bukan kisah seorang pahlawan. Ia hanya seorang prajurit yang berusaha tetap lurus, meski para pemimpinnya ingkar terhadap cita-cita perjuangan kemerdekaan. Semula cita-cita itu adalah melindungi dan mencerdaskan segenap bangsa Indonesia.

“Panggil aku Samsir saja,” kata lelaki tua itu ketika seorang anak muda menyapanya. “Ini memang terdengar aneh, tapi kita harus membiaskan bersikap egaliter.” More

Bukan Penyair Biasa

Oleh Mulyani Hasan
Pantau

SAAT itu penghujung tahun 1997. Ia mengajak kedua anaknya pergi ke Yogyakarta. Tujuannya adalah kebun binatang Gembiraloka. Putranya, si bungsu, berulang tahun ketiga dan acara ini akan jadi hadiah. Dari Solo, tempat mereka tinggal, butuh sekitar dua jam berkereta menuju Yogyakarta. Tetapi, entah mengapa, begitu sampai di kota itu ia berubah pikiran. Bagaimana kalau ke Kaliurang saja? Ia kemudian membawa anak-anaknya ke tempat berhawa sejuk di kaki Gunung Merapi itu.

Di sana lelaki itu muncul, tak disangka-sangka. Suami sekaligus ayah anak-anaknya. More

Memburu Marxis di Ladang Buku

Oleh Mulyani Hasan

LANGIT hitam sore itu. Telepon seluler saya berkali-kali menerima pesan yang sama: “Kami diteror orang tak dikenal sejak pagi.” Pengirimnya, Sadikin. Ia ketua panitia diskusi filsafat bertema Gerakan Marxis Internasional. More

Liem Soei Liong

Oleh Mulyani Hasan

Pantau

Liem Soei Liong, anak Menteng yang jadi pejuang hak asasi manusia. Ia bergabung dengan Tapol, organisasi kemanusiaan, yang berpusat di London. Dua puluh tahun dicekal pemerintah Soeharto. More

Previous Older Entries